TIDORE – Meskipun dengan segala upaya telah digenjot oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan dalam menangani masalah persampahan. Namun hingga saat ini, DLH Kota Tikep masih terkendala dengan tersedianya sarana prasarana.
Kepala DLH Kota Tikep Muhammad Sjarif,kepada wartawan fajarmalut.com mengatakan untuk saat ini Kota Tidore Kepulauan memiliki 25 countener pengangkut sampah, hanya saja yang bisa digunakan sebanyak 17 unit. Dari 17 unit countener itu telah ditempatkan pada wilayah-wilayah tertentu.
Diantaranya, Kelurahan Tomalou 2 Unit, Kelurahan Gurabati 2 Unit, Kelurahan Seli 1 Unit, Kelurahan Soadara 1 Unit, Pasar Sarimalaha 6 Unit, RSUD Kota Tikep 2 Unit, dan sisanya ditempatkan di Kantor Walikota beserta kantor-kantor lainnya.
“Solusinya Kami akan menyediakan kantong sampah untuk diberikan ke setiap rumah tangga yang tidak bisa dijangkau. Nanti setelah itu apabila ada petugas yang datang, maka sampah itu langsung dimuat untuk dibawa ke Tempat Penampungan Akhir (TPA), yang berada di Kelurahan Rum Balibunga,” ujarnya saat ditemui di kantor Walikota, Rabu, (2/6/21)
Sjarif melanjutkan untuk volume sampah di Tidore masih didominasi oleh Kecamatan Tidore Selatan tepatnya di Kelurahan Tomalou, meski begitu pihaknya telah menyediakan 2 unit Countener untuk mereka membuang sampah di tempat tersebut. Hanya saja, pihaknya masih terkendala dalam hal pelayanan, akibat padatnya kebutuhan persampahan yang harus dilayani oleh para sopir pengangkut sampah.
“Saya sudah mengatur jadwal bagi para sopir pengangkut Sampah, sehingga mereka nantinya lebih tertib pada jam-jam pelayanan, sehingga sampah masyarakat yang dibuang di Countener tidak dibiarkan berlama-lama disitu,” jelasnya.
Selain itu, kendala bagi DLH Kota Tikep dalam mengangkut sampah khususnya sampah rumah tangga, dikarenakan DLH Tikep juga mengalami keterbatasan Kaisar (kendaraan roda 3) , sehingga mereka sedikit kesulitan untuk masuk melalui lorong-lorong rumah.
“Kaisar ini sudah terbagi di setiap Kelurahan, namun belum dimanfaatkan secara baik. Meski begitu kami tetap tidak menutup mata soal ini, sehingga dalam memanfaatkan Sail Tidore nanti, kami juga mengusulkan untuk pengadaan Kaisar, agar dapat memudahkan kami melakukan pelayanan dalam mengatasi persampahan. Dan usulan ini sudah disetujui oleh Walikota maupun DPRD,” terangnya.
Menariknya, diawal menjabat sebagai Kepala DLH Kota Tikep, Muhammad Sjarif juga telah melakukan terobosan baru dengan membuka pos pengaduan melalui media sosial (Facebook), sehingga bagi masyarakat yang ingin mengadukan terkait dengan masalah persampahan bisa disampaikan secara langsung melalui akun DLH Tikep yang ada di Facebook. Selain itu, dirinya juga membentuk Humas DLH Tikep untuk bisa menyerap aspirasi masyarakat beserta mempublikasikan setiap kegiatan yang dilakukan oleh DLH Tikep.
“Kami juga butuh kerjasama dengan masyarakat, jadi setiap informasi akan kami publish baik melalui media cetak atau online, maupun diposting melalui media sosial. Karena bagi saya, Daerah ini akam maku dan setiap masalah bisa teratasi apabila kita sudah harus membuka diri bagi siapa saja. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya.(ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

