DARUBA – Pemerintah Pusat telah resmi menetapkan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pulau Morotai tahun 2021 sebanyak 166 orang. Sayangnya, dari jumlah kuota tersebut 95 persen lebih hanya milik tenaga kesehatan (Nakes) yakni 162 formasi, susahnya adalah tenaga teknis 4 formasi.
“Dari formasi disiapkan itu, 162 adalah tenaga kesehatan, memang jauh ekspetasi diharapkan yang itu Pemda sudah sampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) untuk dibuka banyak formasi khusus di Morotai. Tetapi, hasil kajian dan hasil analisis dari Menpan-RB dengan mengeluarkan surat putasan dan seperti itu faktanya. 162 tenaga kesehatan itu, lanjutnya, akan disebarkan di Puskesmas di Kabupaten Pulau Morotai. Saya juga belum tahu dasar dari Menpan-RB seperti apa sehingga formasi disediakan hanya di puskesmas-puskesmas,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pulau Morotai, Kalbi Rasyid, kemarin.
Menurutnya, mungkin Pemerintah Pusat sengaja memperbanyak formasi hanya khusus tenaga kesehatan karena sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
“Memang Puskesmas ada di Kabupaten Morotai dari sumber daya hampir sebagian besar belum punya. Sehingga, di tahun 2021 oleh Kemenpan formasi dibuka untuk tenaga madis di Puskemas. Ini juga disampaikan oleh Direktur RSUD terkait kekurangan ada di RSUD karena mungkin dari infastruktur sudah siap tapi dari sisi tenaga kesehatan juga belum memadai dan belum lengkap,” katanya.
Dikatakan, namun demikian pihaknya juga akan koordinasi dengan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan membicarakan lebih lanjut.
“Bisa saja, yang sudah punya pengalaman dan nanti juga kami bicarakan dengan Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan sehingga kita bisa coba melihat dan mengisi RUSD dari tenaga kesehatan selama ini punya pengalaman-pengalaman di Puskesmas. Biar yang baru ini kita geser ke Puskesmas. Yang sudah pengalaman satu bahkan sampai lima tahun kita mutasi ke RSUD untuk pegawai Negeri. Kalau kita lihat perbandingan antara masyarakat dengan tenaga kesehatan ada sekarang masih jauh sehingga periotas tenaga kesehatan,” akunya.
Sementara itu, kata Kalbi, untuk guru lewat P3K Morotai masih ditunda, namun ia beharap mudah-mudahan dalam waktu dekat ada informasi baru. “Perkembangan CPNS 2021, belum ada juknis dari panitia seleksi nasional sehingga belum bisa disampaikan,” tutupnya. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

