Wahda Sebut Pencopotan Dirinya By Design

Wahda Zainal Imam

SOFIFI – Wahda Zainal Imam angkat bicara tentang dirinya bakal dicopot sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut).

Kendati Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Malut Sahril Tahir pada Senin (7/6/2021) kemarin menyatakan, surat pencopotan serta sanksi tegas kepada wakil ketua yang dijabat rekan separtainya itu telah dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra karena diduga sedang bermasalah dengan hukum.

Namun Wahda membantah hingga sejauh ini surat pencopotan itu belum diterima dan tidak mungkin dikeluarkan oleh DPP Partai Gerindra.  Bahkan, Wahda mengungkapkan motif pencopotan atas dirinya itu hanyalah by design dari orang-orang tertentu yang mengincar jabatan Wakil Ketua DPRD Provinsi.

ketika dikonfirmasi Fajar Malut, Wahda menjelaskan dugaan tindak pidana yang sempat viral di media sosial dengan salah satu oknum polantas sejauh ini belum ada putusan hukum dari pengadilan.

Menurut dia, hal itu baru sebatas keputusan dari mahkamah partai Gerindra yang kemudian dieksekusi oleh partai, namun belum berpendapat apa-apa. “Jadi saya biasa-biasa aja. No problem kalau mau ganti. Silakan ganti walaupun ada masalah tapi memiliki dasar yang kuat,” tantang Wahda saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021).

Wahda menegaskan, jika tidak memiliki dasar yang kuat, ia akan menggugat ke pengadilan terkait masalah dianggap oleh mahkamah partai tersebut. Sebab, tidak ada masalah dengan dirinya. Namun jika aturan ditegakkan, maka harus dilaksanakan dan patuh dengan keputusan tersebut.  “Kalau tidak saya akan lawan secara hukum” tegas Wahda.

Politisi senior Partai Gerindra juga menambahkan sejauh ini tidak ada surat dari DPP Partai Gerindra yang diterima tentang pencopotan. Bahkan, dirinya sangat yakin DPP tidak mengeluarkan surat itu karena persoalan dugaan tindak pidana dengan oknum lantas.

“Sebenarnya posisi masalah saya dengan oknum lantas itu tidak terjadi apa-apa. Dan saya sudah sampaikan masalah ini ke penyidik kepolisian saat dimintai keterangan,” ujar Wahda.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Sahril Tahir menyatakan, surat pencopotan dan sanksi tegas sudah dikeluarkan DPP untuk ditindaklanjuti ke DPD tentang pencopotan Wahda Zainal Imam sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi. Selanjutnya DPP akan menunjuk salah satu dari empat kader terbaik, guna menggantikan posisi Wahda sebagai Wakil Ketua DPRD

“Intinya, kita menunggu siapa yang dipercayakan oleh DPP partai Gerindra untuk menduduki jabatan wakil Ketua DPRD menggantikan Wahda, ” katanya.

Untuk mekanismenya setelah putusan itu, sambung Sahril, DPP menyurat ke DPD untuk ditindaklanjuti ke sekretariat Dewan agar diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. “Proses pergantian wakil ketua DPRD itu sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Sahril. (dex)

Komentar

error: Content is protected !!