Penataan Makasar Timur Butuh Tambahan 5 Miliar

Penataan Makasar Timur
Penataan Makasar Timur

TERNATE Pekerjaan penataan di kelurahan Makasar Timur yang kini dibangun anjungan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Malut yang bersumber dari pinjaman Bank Dunia nantinya diperuntukan bagi pedagang gorengan/kuliner yang sebelumnya berjualan dikawasan tersebut, proses penataannya kini masih berlangsung dan direncanakan pada Juni 2023 bakal diserahkan ke Pemkot Ternate pada Juni 2023.

Disebabkan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Malut, masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp5 miliar melalui pinjaman Bank Dunia untuk penyelesaian sejumlah item pekerjaan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Fachri Badar mengatakan, dalam kunjungan kerja yang dilakukan Komisi III beberapa waktu lalu dengan meninjau sejumlah program kegiatan di Kota Ternate, salah satunya pekerjaan anjungan yang nantinya berfungsi sebagai lapak pedagangan gorengan di Kelurahan Makasar Timur, Ternate Tengah.

Dimana pekerjaan tersebut kata dia, sesuai dengan kontrak kerja terhitung masa kerja 210 hari kalender mulai dari 15 Maret sampai 11 Oktober 2022 dengan pelaksana pekerjaan yakni PT. Mandiri Karya Utama Rizky dengan sistem pengawasan langsung dari Technical Manajemen Consultant (TMC). Namun karena terkendala teknis sehingga waktu pekerjaan diperpanjang sampai 30 Desember 2022. Dan bangunan tersebut nantinya berfungsi sebagai lapak dengan jumlah 32 lapak pada 8 bangunan, yang berarti setiap bangunan berisi 4 lapak dengan sumber dana Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Bank Dunia, sementara sharing APBD sebesar Rp5 miliar lebih yang diperuntukan pembebasan lahan sebagai satu kesatuan dari pembangunan tersebut.

“Jadi alasan penambahan waktu karena ada pekerjaan yang membutuhkan tambahan nilai, dari nilai kontrak awal sebesar Rp19,4 miliar kemudian adendum pertambahan nilai menjadi Rp21,4 miliar,” ungkapnya, pada Kamis (12/1/2023).

Menurut dia, pekerjaan anjungan itu sampai 30 Desember 2022 masih membutuhkan tambahan anggaran, sehingga dilakukan pengusulan pinjaman melalui Bank Dunia mencapai Rp5 miliar untuk penataan penyempurnaan fungsi, jika itu disetujui maka batas waktunya sampai Juni 2023.

“Harapan pinjaman itu didapat Satker BP2W sehingga pada akhir Juni 2023 sudah diserahkan ke Pemkot Ternate, yang diperuntukan untuk pedagang gorengan/kuliner dilokasi tersebut, dan masyarakat bisa menikmati hasil pekerjaan tersebut,” tandasnya.

Fachri menyebut, saat ini tinggal dilakukan finishing, meskipun dananya berasal dari Bank Dunia dan mendapat pengawasan langsung dari pusat, dan DPRD tidak mengintervensi proyek tersebut tapi hanya untuk memastikan sebab ada dana shering dari Pemkot Ternate terhadap item kegiatan lain.

“Dan kami hanya memastikan apakah pekerjaan itu nanti hasilnya bisa diserahkan ke Pemda, dan mereka menyampaikan setelah ada tambahan dana maka pada Juni 2023 bisa diserahkan,” tutupnya.(cim)

Berita Terkait