“Dengan kekuatan ini saya pikir kita tidak akan tertinggal. Yakin dan percaya kekompakan kita dalam menyongsong pembangunan di Halteng. Kita akan meninggalkan daerah lainnya,” ujar IMS penuh optimis.
IMS mengingatkan kepada PWC NU yang baru dilantik, yang rata-rata dari Wairoro. “Coba kita lihat pengurus banyak orang Jawa. Itulah bukti keberagaman kita,” sebutnya.
Kalau hanya berbicara dalam scouping yang sangat sempit, maka selalu terkungkung di dalamnya. Dan sangat sulit untuk berkembang. “Momentum isra mi’raj mari kita sama-sama ikut bertanggung jawab, ikut berjuang ber mi’raj agar daerah ini lebih maju,” tutup IMS.
Sementara itu Kabag Kesra, Yusuf Hasan dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan sebagaimana tema tersebut diharapkan menjadi pemersatu dari keragaman dalam kehidupan sosial kemasyarakatan yang dilandasi dengan keimanan kita masing-masing. Keharmonisan antara sesama masyarakat, baik yang ada di Kota Weda maupun Halteng pada umumnya.
Sedangkan yang mengisi hikmah Peringatan Isra Mi’raj adalah Dr. Kasman Hi. Ahmad.
Hubungan dengan Allah harus terjalin dengan baik, pun demikian halnya dengan hubungan sesama manusia, harus berjalan dengan baik pula. Dengan kata lain, kesalehan ritual-individual harus sejalan dengan kesalehan sosial.
Sepenggal hikmah itu setelah ibadah ritual dilakukan, setelah kesalehan individu (personal) tampakkan, maka langkah selanjutnya adalah menerjemahkan makna ibadah-ibadah tersebut dalam kehidupan sosial. Inilah yang kemudian disebut dengan kesalehan sosial.
“Di antara wujud kesalehan sosial adalah lahirnya sikap cinta dan kasih sayang terhadap sesama,” ucap Dr. Kasman.
Sehingga, lanjut Kasman, hadirnya seseorang di tengah masyarakat dapat memberi arti, makna serta manfaat bagi orang lain di sekitarnya. “Sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain. (HR. Ahmad),” urainya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
