JAILOLO – Meski sudahmenghabiskan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih, proyek air bersih di Desa Nanas, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat dikerjakan asal jadi.
Buktinya, hingga saat ini warga tidak bisa menikmati air bersih lantaran tidak berfungsi. Padahal, proyek tersebut dikerjakan tahun 2022 lalu.
“Kami meminta penjelasan Dinas PUPR anggaran pengelolaan air bersih sebesar itu dikemanakan? Karena sampai saat ini warga tidak bisa menikmati air bersih,” kata Maikel Flory, Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Desa Nanas dalam orasinya ketika menggelar aksi di depan kantor Bupati Halbar, Kamis (18/01/2024) kemarin.
Maikel mengemukakan, berdasarkan perhitungan warga di lapangan, proyek yang dikerjakan Dinas PUPR Halbar hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp 400 juta. Padahal, proyek pembangunan sumur terdalam Terlindungi atau Broncaptering bersumber dari anggaran DAK Reguler tahun 2022 dengan Nomor kontrak 641/011/SP-CK/PU-HB/DAK-SPAM/III/2022 nilai kontrak sebesar Rp 2.001.600.000.00.
Amatan Fajar Malur, aksi pun dilanjutkan pada dua titik yakni Kantor DPRD dan Kejakasaan Negeri Halbar. Aksi yang dilakukan di Kejari Halbar itu, massa aksi bertemu bersama Kajari sekaligus memasukan laporan dugaan tindak pidana korupsi proyek air bersih.
Kajari Halbar Kusuma Jaya Bulo ketika dikonfirmasi usai pertemuan dengan massa aksi mengaku laporan yang diajukan masa atas dugaan tindak pidana korupsi proyek itu belum memiliki dasar hukum yang kuat.
“Menurut warga saluran air itu tidak berfungsi dengan baik, jadi mereka minta kejaksaan melakukan penyidikan, tetapi datanya amat sangat minim. Bahkan dari dari laporan mereka bahwa proyek itu punya dinas, tapi dari ceritanya punya pak kades,” jelasnya
Meski begitu, Mantan Kajari Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat berjanji akan menindak lanjuti laporan tersebut guna memastikan titik perkara yang sebenarnya. “Kejaksaan itu punya masyarakat, kita butuh dukungan masyarakat, jadi laporan ini kita tetap ful up. Nanti kita turun ke lapangan untuk memastikan sebenarnya itu anggaran apa,” tegasnya.
Pewarta : Faisal Noho Editor : Zulkifli Hi Saleh
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

