Penanganan Selama Musibah Banjir Oleh Pemkab Halteng 

Proses evakuasi dilakukan selama dua hari yaitu 21 dan  22 Juni 2024 menggunakan peralatan penyelamatan dari BPBD Halteng dan PT IWIP dengan pos pengungsian yang ditetapkan oleh Pj. Bupati Halteng Ikram M Sangadji (IMS) yaitu Mako Kodim 1512/Weda, Pos Mako Brimob Lelilef, Masjid Raya Waibulan, Gereja Pantekosta Lelilef, dan Pos Lukolamo, serta SD Sawai Itepo.

Total jumlah pengungsi mencapai 2.372 orang terdiri dari bayi dan balita 473 orang, anak-anak dan remaja 798 orang dan dewasa 1.101 orang dan dari jumlah tersebut pengungsi wanita sebanyak 1.471 orang dan lelaki 901 orang.

Data tersebut tidak termasuk pengungsi yang menempati rumah keluarga dan yang bertahan di rumah dan tidak mendaftarkan diri pada pos pengungsian.

Total jumlah pemukiman yang dilanda banjir sebanyak 378 unit dan kos-kosan sebanyak 104 unit, tempat usaha sebanyak 98 unit, sedangkan jumlah fasilitas umum yang tergenang banjir sebanyak 16 unit terdiri dari sekolah sebanyak 10 unit dan rumah ibadah 6 unit, kerusakan pipa dan instalasi air bersih, dan jaringan listrik yang menyebabkan aktivitas sekolah, ibadah dan penerangan listrik dihentikan sementara.

Tanggal 22 Juli 2024 Ikram M Sangadji, Pj Bupati Halmahera Tengah mengkoordinasikan TNI-Polri, OPD Pemda Halteng mulai dari Sekda sampai camat dan kepala desa, RSUD, puskesmas, dan perusahaan pertambangan dan relawan atau sukarelawan untuk mengoptimalkan potensi logistik dan kebutuhan makanan siap saji, serta peralatan pengungsian yang dibantu Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Unit Kerja Pemerintah Pusat di Maluku Utara.

Berita Terkait