Penanganan Selama Musibah Banjir Oleh Pemkab Halteng 

Dukungan tenaga juga dari Polda Maluku Utara dan Korem Maluku Utara, serta kelompok pemuda dari beberapa kecamatan yang ikut membantu secara langsung dan mengatur distribusi bantuan makanan, minuman dan logistik serta keperluan pakaian bagi bayi, balita, anak, remaja dan orang dewasa.

Tercatat jumlah pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan berjumlah 96 orang terdiri dari bayi, balita dan anak-anak sebanyak 64 orang dan 32 orang dewasa dimana penyakit yang diderita gatal, batuk pilek dan demam. Penanganan kesehatan didukung 25 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Halteng (Puskesmas Weda Tengah dan Weda Utara), Klinik PT. IWIP dan Nakes dani RSUD Weda.

Pada 26 Juli 2024 bertempat di masjid Raya Lukulamo Weda Tengah, Pj. Bupati Halteng telah memimpin Rapat Koordinasi Terpadu Penanganan Pasca Banjir yang dihadiri Dandim 1215 Weda, Wakapolres dan Kejari Halmahera Tengah, UPT Kementerian PUPR wilayah Provinsi Maluku Utara, Unit PLN Weda, Dinas PUPR Maluku Utara, OPD Pemda Halmahera Tengah, Camat dan Kepala Desa, dan para relawan.

Hasil rapat koordinasi terpadu diputuskan bahwa batas tanggap darurat pada tanggal 27 Juli 2024 dan pemulangan pengungsi dimulai pada 26 Juli pukul 17.00 WIT.

Total bantuan makanan, minuman, pakaian, perlengkapan pengungsian, dan obat-obatan, serta logistik dan peralatan lainnya berasal dari 89 perorangan; 25 kelompok masyarakat; 5 pemerintah daerah; 8 unit kerja pemerintah pusat; TNI-Polri; PT. IWIP, PT. Tekindo dan 4 perusahaan tambang skala menengah.

Bantuan logistik meliputi beras, minyak goreng, telur, mie instan, susu bayi dan balita, makanan ringan, minuman mineral, pakaian bekas untuk bayi dan balita, serta anak-anak, dan dewasa, serta makanan siap saji yang dipasok setiap hari mencapai 6.500 unit.

Berita Terkait