Namun, menurut Intan, semua rencana ini bisa terakomodir bisa didukung dengan anggaran. Jika tidak, mungkin rencana ini bisa molor hingga 2026.
Walau itu, kata dia, Pemkab Pulau Morotai tetap berupaya agar alat serta tenaga medisnya bisa terakomodir di 2025.
“Kalau ini sudah bisa jalan di 2025, maka kedepan jika ada pasien yang ginjalnya bermasalah sudah diharuskan cuci darah maka tidak perlu kami kirim atau rujuk lagi keluar Morotai, karena sudah bisa dilakukan di Morotai,” pungkas Intan.
Pewarta : Muhammad Rifai Editor : Erwin Egga
1 2
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
