Dari hasil penggeledahan tersebut, tim Kejati Tidore berhasil menyita satu unit computer dan sejumlah dokumen penting di ruangan umum dan logistik Kantor KPU Tidore. “ Berupa bukti-bukti pertanggungjawaban, perjalanan dinas dan file atau kuitansi hotel. Hotel itu salah satunya di Ternate dan Jakarta,” ungkap Sabar
Barang dan sejumlah dokumen penting yang disita tersebut, selanjutnya akan dianalisis lebih lanjut. Pihak kejaksaan berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan. “ Kami berkomitmen mengungkap perkara ini secara terang benderang. Setiap perkembangan signifikan akan kami sampaikan kembali kepada publik,” tegasnya
Sebelumnya, pada Kamis, 9 April 2026, Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan resmi meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tidore Kepulauan tahun 2024 ke tahap penyidikan.
Langkah ini diambil setelah tim penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang dinilai cukup untuk mengungkap dugaan penyimpangan anggaran bernilai puluhan miliar rupiah tersebut.
Penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi. Sejumlah pihak yang sebelumnya telah dimintai keterangan antara lain Ketua, seluruh anggota KPU Kota Tidore Kepulauan, hingga Sekretaris KPU.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)
