WEDA – Masyarakat dua desa, yakni Desa Sagea dan Desa Kiya, Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah (Halteng), menolak rencana pengembangan permukiman pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), karena dinilai syarat kepentingan investor.
Tokoh pemuda Sagea-Kiya Masri Anwar Selasa (12/01/21) mengatakan, masyarakat Sagea-Kiya menolak rencana ‘kota industri’ pengembangan permukiman dalam RDTR di Halteng.
“Kami menilai, RDTR tersebut, karena syarat dengan kepentingan investor (IWIP) dibandingkan kepentingan masyarakat,” tegas Masri. Warga, kata dia, menuntut Pemerintah Daerah harus serius dalam mengembangkan kawasan Geowisata Bokimoruru yang akan diusulkan menjadi kawasan Geopark Nasional.
“Artinya, ekosistem aliran sungai, hutan dan karst di wilayah Weda Utara harus dilindungi, dan dibebaskan dari berbagai konsesi izin usaha pertambangan (IUP) yang berada di hulu sungai Sagea,” ucap Masri sebagaimana rilis yang diterima, Selasa (12/01/2021).
Menurutnya, dokumen presentasi Kementerian ATR/BPN tentang RDTR di Kawasan Industri (KI) Teluk Weda, yang menjadikan Desa Sagea, Kiya, Fritu, dan Desa Waleh, sebagai wilayah penunjang Kawasan Industri dengan luas 3.826,82 hektar akan dijadikan wilayah pengembangan pemukiman dan pertanian.
Dimana 647,38 hektar direncanakan untuk pengembangan pemukiman yang berada di desa Sagea dan Kiya. Dalam peta lampiran, pengembangan permukiman ini akan dibangun rumah susun untuk tempat tinggal para pekerja industri (IWIP). Lanjutnya, lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pemukiman, masuk dalam areal perkebunan pala masyarakat, yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, serta kawasan mangrove.
“Dan lokasi tersebut juga berada di antara kawasan Gua Bokimoruru dan Danau Legaelol, dua spot geowisata andalan masyarakat setempat,” sambungnya. Dia mengatakan, RDTR ini selain akan menghancurkan sumber penghidupan masyarakat, mengubah kehidupan kultural masyarakat, serta rencana ini akan merusak ekosistem penyangga geowisata Gua Bokimoruru dan Danau Legaelol yang saat ini menjadi wisata kebanggaan Halteng.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

