SANANA – Setiap kali seleksi penyelenggara, masih saja didapati keluhan yang sama terhadap peserta tes. Hal ini terlihat pada proses perekrutan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), banyak peserta yang tidak lulus, karena nama mereka masuk di dalam pengurus partai politik (Parpol).
Padahal, peserta yang dinyatakan tidak lulus itu, merasa selama ini mereka tidak pernah memasukan namanya di partai mana pun. Namun, tiba-tiba saja nama mereka muncul, bahkan ada juga SK-nya. “ Saya kaget, ketika mendapat informasi dari internal KPU bahwa nama saya masuk di Partai Hanura. Sedangkan saya sendiri tidak pernah memasukkan nama di partai tersebut,” keluh Irwan Fokatea, salah satu peserta PPK yang tidak lulus pada sesi terakhir, yakni tes wawancara, Minggu (16/2).
Irwan mengatakan, selama ini dirinya tidak pernah terlibat di dalam partai politik. Dia merasa ini adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Karena, tahun lalu dirinya pernah menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS). “Kalau saya masuk di partai berarti tahun lalu saya tidak jadi PPS Desa Wai Ina. Terus sekarang ada yang bilang saya masuk di partai, kan aneh,” semprotnya.
Kalau misalnya betul masuk di partai politik, lanjutnya, kenapa KPU Kepulauan Sula (Kepsul) tidak memanggil dirinya dan meminta klarifikasi soal itu. “Saya merasa sangat dirugikan. Soal lulus dan tidak ini, tidak jadi masalah, yang menjadi masalah nama saya masuk di partai politik. Yang saya dengar saya masuk di partai sejak 2016, sedangkan 2016 saya masih di Ternate,” ucap Irwan sembari menambahkan akan melaporkan masalah tersebut ke Polres.
Selain Irwan, ada juga Darmawan Pawah yang mengalami hal yang sama. Dia tidak puas karena informasi yang didapat namanya masuk di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Padahal, dia tidak pernah tahu soal itu. “Kalau memang betul saya memasukkan nama di partai politik, maka saya tidak mungkin daftar di PPK. Tapi kan selama ini saya tidak pernah memasukkan nama di partai. Saya juga akan lapor ini ke Polres,” katanya.
Sekadar diketahui, informasi yang dikantongi media ini terdapat empat sampai lima orang yang namanya masuk di partai politik tanpa sepengetahuan mereka.(nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Dirugikan, Peserta Tes PPK Lapor Polisi"