Kepulangan 2 Nelayan Morotai Dari Filipina Sesuai Prosedur

Dua nelayan Morotai yang hilang saat diamankan di pos coast cuard, general Santos City, filipina.

DARUBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai terus berkoordinasi dengan dengan pemerintah pusat terkait pemulangan dua nelayan asal Morotai yang saat ini masih berada di Filipina.

Pj Bupati Pulau Morotai Muhammad Umar Ali mengatakan, pemulangan dua nelayan tersebut ada mekanisme yang telah diatur. Jadi semuanya harus sesuai prosedur dan tidak langsung dipulangkan begitu saja.

“Yang pastinya soal pemulangan nelayan itu, kita selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat, jadi  semua itu sesuai aturannya sampai bisa pulang ke Indonesia,” katanya kepada wartawan kemarin.

Selain itu, terkait proses pemulangan dua nelayan asal Morotai Utara ini, yakni Buhari Mandea (47) dan Abdul Rahman Mandea (31). Diakuinya telah menghubungi pihak keluarga kedua nelayan tersebut.

“Pemulangan mereka ini, tidak mungkin kita ikuti jalur ilegal, jadi pelan-pelan saja yang penting mereka baik-baik saja di sana. Dan hal ini pun sudah disampaikan ke pihak keluarga,” ujar Umar.

Pemulangan ini, kata dia ada aturannya, maka tinggal menunggu proses yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Sebab komunikasinya bukan lagi antar daerah namun sudah lintas negara.

“Pada prinsipnya kita sama-sama berharap agar prosesnya bisa cepat selesai, sehingga mereka bisa kembali secepatnya berkumpul dengan keluarga mereka,” harap Umar.

Sekedar diketahui, dua nelayan kakak beradik yakni Buhari Mandea dan Abdul Rahman Mandea itu, sebelumnya dikabarkan hilang saat keluar memancing ikan tuna pada 21 Juli lalu. Pihak Basarnas bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian selama 7 hari, namun tidak membuahkan hasil.

Selama 18 hari mereka terapung di laut, pada Minggu 7 Agustus 2022 lalu, tepatnya jam 8 pagi di laut Davao Oriental, mereka ditemukan oleh kapal ikan asal General Santos City Filipina dalam keadaan selamat. 

Kini, keduanya masih berada di Filipina dan menunggu proses pemulangan ke Indonesia, khususnya di Kabupaten Pulau Morotai. (fay)

Berita Terkait