Stunting Kabupaten Halsel Masih Tinggi

Kadinkes Kabupaten Halsel Asia Hasyim

LABUHA – Prevalensi stunting di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) masih berada pada level mengkhawatirkan.

Dimana April 2026, angkanya tercatat mencapai 33,4 persen, menandakan persoalan gizi dan tumbuh kembang anak belum tertangani secara optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel Asia Hasyim, mengatakan tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh akumulasi balita dengan pertumbuhan terlambat, termasuk yang memiliki tinggi badan di bawah standar usia.

“Balita dengan tubuh pendek masuk kategori stunting, sehingga secara akumulasi angkanya mencapai 33 persen lebih,” kata Asia.

Untuk menekan angka stunting, dinkes mendorong optimalisasi program imunisasi di seluruh desa. Melalui pelatihan tersebut, tenaga kesehatan diminta meningkatkan deteksi dan penanganan dini, khususnya bagi ibu hamil dan balita.

Berita Terkait