Musim Hujan, Longsor Mengancam

Kondisi separuh badan jalan tanjakan km 8 payahe-weda ditutupi longsor

WEDA – Pengendara yang melintas di Jalan Payahe-Weda, sebaiknya lebih waspada. Kondisi longsor berpotensi terjadi terutama di saat musim hujan. Salah satunya terlihat di bukit yang berada di sepanjang jalan.

Kondisi tanah bekas longsor yang dekat dengan jalan, sewaktu-waktu bisa terjadi longsor baru dan mengancam pengendara. “Bahaya juga kalau lewat jalan Payahe-Weda terutama saat hujan, rawan sekali longsor,” kata seorang pengendara, Risno.

Risno meminta kepada Pemprov Malut agar bisa memasang papan nama ancaman tanah longsor. Pasalnya sejumlah titik saat ini telah terjadi longsor seperti di KM 8 yang membuat akses ditanjakan itu sangat berbahaya, sebab di sisi kiri jalan adalah jurang yang sangat dalam. “Kondisi jalan yang rawan longsor saat musim hujan ini sangat mengancam setiap pengendara,” paparnya.

Menurut dia, retakan tanah yang terjadi akibat kekeringan itu, rawan longsor jika terkena guyuran hujan. Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak melintas saat hujan lebat. Selain ancaman longsor, juga rawan terjadinya pohon tumbang akibat embusan angin kencang dan akar pohon amblas saat tergerus air.” Apalagi saat sekarang sedang berlangsung masa pancaroba, sehingga potensi terjadinya angin kencang dan hujan besar,” katanya.hingga berita ini dikirim ke redaksi pihak pemprov Malut dalam hal instansi terkait belum bisa dihubungi (udy)

Berita Terkait