TERNATE – Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Letjen Richard Tampubolon enggan membeberkan sejumlah tambang bermasalah di wilayah Maluku Utara (Malut).
Padahal kehadiran Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal (Letjen) Richard Tampubolon ini untuk bisa memberikan kepastian tim Satgas PKH yang saat ini beroperasi di Malut.
“Kita datang ini hanya diskusi soal tim Satgas PKH yang sedang bekerja di Malut,” kata Letjen Richard Tampubolon usai rapat di kantor Kejaksaan Tinggi Malut, Selasa (14/4/2026).
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI ini juga mengaku, dengan rapat ini tujuanya diskusi antara kementerian dan lembaga terkait di Malut
Untuk pertambangan di Malut yang bermasalah lanjut Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi masih terus diproses. “ Sekarang masih berproses semoga bisa berjalan dengan baik,” kata Letjen Richard Tampubolon sambari tidak menyebut secara rinci nama tambang yang bermasalah di Malut
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI juga menegaskan semua proses tambang yang bermasalah semuanya ada tahapan dan saat ini tim masih bekerja. Yang mana dimulai dari sanksi administrasi, verifikasi lapangan, denda, dan berbagai sanksi lainya semua saat ini masih berjalan. “Jelas saat ini tim kita masih bekerja di lapangan dan kita juga butuh dukungan,” tandasnya.(cr-02)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

