BAGUS Kantongi Rekomendasi PAN

PAN berikan rekomendasi ke Bapaslon BAGUS

TIDORE – Jelang pendaftaran bakal calon ke KPU pada 4 September nanti, ada sejumlah kejutan yang terjadi salah satunya yakni bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tikep Basri Salama-Muhammad Guntur Alting.

Dimana kedua bapaslon ini resmi mengantongi rekomendasi PAN untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota Tikep dan telah memenuhi syarat untuk mendaftar ke KPU.
Sesuai dengan surat keputusan DPP PAN model.B1.KWK nomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/VIII/2020 tertanggal 19 Agustus 2020 tentang persetujuan calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan yang diteken oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.

“Alhamdulillah, hari ini tepatnya tanggal 19 Agustus 2020, saya dan pasangan saya Muhammad Guntur Alting mendapat amanah berupa dukungan 3 kursi dari Partai Amanat Nasional untuk Pilkada Kota Tidore Kepulauan,” kata bakal calon Wali Kota Tikep Basri Salama kepada Fajar Malut Rabu (19/8) .
Menurut dia, amanah yang diberikan oleh PAN akan dijaga dengan baik, dan siap untuk memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang.
Sebab kata dia, dengan bergabungnya PAN maka total dukungan yang diperoleh oleh bapaslon dengan akronim BAGUS ini menjadi 7 kursi.

“Dengan masuknya PAN maka total dukungan partai terhadap kami menjadi 7 kursi sambil menunggu keputusan Golkar,” ungkapnya.
Tujuh kursi itu lanjut dia, terdiri dari PAN 3 kursi di DPRD, Nasdem 3 kursi dan Hanura 1 kursi. “Dengan demikian syarat pencalonan kami cukup sebagai calon pada pilkada 9 desember akan datang,” jelasnya.
Dia sendiri berharap kepada semua pendukung maupun lawan tarung mereka, agar menjadikan Pilkada 2020 sebagai ajang pertarungan persahabatan, sehingga lebih mengedepankan ide dan gagasan membangun, tidak mengedepankan amarah dan kebencian, caci maki dan sumpah serapah.

“Kita bangun Tidore dengan semangat gotong royong, semua yang bertarung sesungguhnya adalah sahabat bahkan ada yang masih garis keluarga,” terang dia.
Dikatakan mantan anggota DPD RI ini bahwa Tidore adalah negeri para pejuang. Tempat lahir para pejuang tangguh, sehingga tidak boleh di rusaki hanya karena Pilkada dan kekuasaan semata.

“Tidore harus dibangun atas dasar persaudaraan bukan atas dasar kepentingan sesaat. Tidore harus menjadi pilot project bagi kemandirian Daerah di kawasan Maluku Kie Raha. Tanah Tidore adalah tanah para sultan. Sebagai generasi penerus wajib bagi kita menjaga semangat para leluhur dengan tetap berpegang teguh pada falsafah Toma Loa Se Banari,” pintanya.(cr-02)

Berita Terkait